Bab 11 Rose sudah berlari meninggalkan ruangan Pras. Sekarang, dia duduk di ruang makan untuk menikmati sarapannya. Tentang apa yang tadi ia lihat, dengan cepat bisa Rose lupakan. Ya, meskipun sebenarnya bentuk tubuh yang kekar itu masih terngiang0ngiang di kepalanya. “Sepertinya aku harus segera minum.” Rose mengambil gelas lalu menuang air putih dari dalam teko. Saking hausnya dan merasa sedikit panik, Rose sampai mendongak ketika menghabiskan minumannya. “Apa ayah dan ibu sudah berangkat?” tanya Rose pada pelayan yang melintas. “Sudah, nona. Tuan dan Nyonya sudah berangkat sedari tadi.” Rose hanya mengangguk-angguk saja. Dia kembali pada menu makanan di atas meja yang sudah menanti untuk dinikmati. “Mereka memang tidak akan pernah peduli padaku,” ucap Rose dengan wajah getir. “Me

