Bab 10

1293 Kata

Bab 10 Rose masih terlelap dalam dekapan Pras. Mulanya dia mual dan pusing, tapi ketika merasakan kehangatan, rasa itu mendadak hilang berganti dengan rasa kantuk. Pagi harinya, sekitar pukul enam lebih tiga puluh, Pras terbangun lebih dulu. Dia merasakan mati rasa pada satu tangannya. Semalaman lengan itu tertindih Sebagian badan Rose. Pras mendekap dengan erat sampai paginya merasakan kebas. “Dia masih belum bangun juga,” gumam Pras. Pras menahan rasa kesemutan di lengannya entah sampai kapan nantinya. Mungkin sampai dua mata di depannya ini terbuka. “Aku tidak mungkin meninggalkan bocah ini. tapi … bagaimana dengan pernikahanku? Aku sudah mengaturnya sejak lama.” Pras mengusap wajah itu dengan lembut. Dia tersenyum memandangi bagaimana raut wajah cantik Rose ketika terlelap. Dulu, g

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN