Bab 17 Sampai di bawah lagi, Pras mendengar perdebatan. Dua majikannya kembali melanjutkan perdebatan yang tadi mungkin belum usai. Pras berdiri di balik dinding, lalu tidak lama kemudian Zain muncul dan ikut berdiri di sana. “Ada apa?” tanyanya dengan suara berbisik. Pras menggeleng. “Kita sama sekali tidak ada waktu untuk Rose. Tidak bisakah kamu sedikit punya perasaan untuknya? Setidaknya jangan terlalu mengekangnya.” Rosita terlihat tidak terima. Dia berdiri dengan badan sedikit merendah lalu dua tangannya mencengkeram sandaran kursi dengan kuat. Perlahan kepalanya terangkat menatap sang suami. “Aku tidak mengekangnya sama sekali. Aku hanya ingin membuatnya mengerti tentang perjuangan. Aku tidak mau dia santai menikmati harta kita.” “Rosita!” sentak Aaron. “Dia anak kita. Yang a

