Bab 22

1094 Kata

Bab 22 Di rumah bibinya, Pras sudah ditunggu oleh Megan. Pras masuk begitu saja, dengan raut wajah yang sudah ia atur setenang mungkin supaya tidak teringat dengan Rose. “Kamu dari mana saja, Pras? Megan sudah menunggu kamu sedari tadi.” Pras melepas jasnya lalu meletakkannya di atas sofa. Dia kemudian duduk. “Aku bicara dulu dengan Tuan Aaron.” Mendengar jawaban itu, Megan dan bibi spontan saling pandang beberapa saat. Megan mendadak antusias, sampai bergeser lebih mepet pada Pras. “Lalu bagaimana?” tanyanya. “Besok mungkin aku akan membereskan barang-barangku di sana. Aku juga akan membuat surat pengunduran diri dari perusahaan.” Senyum mereka berdua yang mendengarkan seketika mengembang. Megan tidak mau menyia-nyiakan kesempatan ini tentunya. “Lalu, kapan kamu akan menemui kelua

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN