Bab 23 Pras bangun sekitar pukul dua dini hari. Setelah berbicara Dengan Rose di telepon, Pras sama sekali tidak bisa tidur. Dia hanya berbaring di atas ranjangnya, berguling ke sana- ke mari dengan perasaan gelisah. Mungkin, Pras hanya terlelap sekitar setengah jam saja. Sambil menyulut rokoknya, Pras duduk di teras belakang rumahnya. Dia memandangi pepohonan yang bergoyang di kegelapan sana. Sementara kepulan asap rokoknya semakin melambung tinggi dan menghilang. “Apa keputusanku untuk berhenti sudah tepat?” gumam Pras. Langit hitam dengan sedikit taburan bintang di atas sana, justru membuat mala mini semakin terasa dingin. Pras menyulut kembali rokoknya, sampai habis supaya membuat tubuhnya sedikit merasa hangat. Dia sudah memakai jaket tebal, tapi sepertinya awal musim dingin kali

