Bab 24 Rose mengerjap-kerjapkan mata sambil melengkuh. Dia belum sepenuhnya sadar siapa yang sekarang berada di tepi ranjangnya. Lalu … “Pras? Sedang apa kamu di sini?” Rose spontan hendak beranjak, tapi Pras langsung mencegahnya supaya tetap berbaring. Akan tidak baik kalau bangun tidur tapi langsung beranjak. “Berbaring saja dulu. Nyawamu belum sepenuhnya terkumpul.” Pras tersenyum mengejek. Rose kembali berbaring lalu tubuhnya ditutupi kembali menggunakan selimut oleh Pras. Pras duduk miring di tepi ranjang. Ia genggam satu tangan Rose yang hangat. “Bagaimana kabarmu?” “Baik. Memang aku kenapa?” Rose mengerutkan dahi. “Tidak, aku hanya merasa tidak nyaman.” Pras bergidik pelan. “Kenapa?” “Entahlah …” Pras masih betah memegang tangan Rose. Dia juga mengusap-usap bagian punggun

