Sudah memasuki masa coas, dan Resya sendiri sudah kuliah juga.
Mereka jarang ketemu karena disibukan dengan kegitan masing-masing.
Resya kuliah bagian adminstrasi di sebuah universitas.
Resya melanjukan motornya sampai di sebuah bangunan, terlihat sosok yang dia cari sedang bersama istri barunya duduk menikmati kopinya.
"Bu, aku kangen ma anak-anakku ucap Seirang pria dengan wanjta disampignya."
"Wes Pak temuin aja, kita di kota ini sebentar saja jenguk Rudi ucap itu."
"Apa mereka bisa maafin aku ya Bu, aku jahat dulu ma mereka, aku hanya sakit kehilangan istriku, terlebih keluarga istriku sangat membenciku ucap pria paru baya itu ."
"Usahakan dulu Pak,toh kita sudah sukses di kampung kita, kamu jurangan yang disegani disana ucap Ibu itu."
Resya mendengar itu dengan menitikab air mata pergi begitu saja dari tempat itu.
Dalam isak tangisnya di berkendara dengan motornya.
Sampai dia lupa akan lampu mereh, tentu saja polisi bertugas memberhentikanya.
"Permisi bu, Ibu baru saja melanggar lalu lintas ucap Pria itu."
"Ia Pak, ucap Resya membuka helmnya,disitu tampak mata merah dari Resya dan seperti menangis."
"Mbak ikut saya, silahkan perlihatkan surat-suratnya ucap Polisi itu."
Resya memberikan semua yang di minta, tapi air matanya mengalir terus. Rudi berbicara dengan seorabg polwan dan mendekati Resya.
"Mbak silahkan duduk dulu, ucap polwan tersebut paham dan memberikan minum juga."
"Makasih bu ucap Resya."
"Eh tu Resyakan ucap Xen dari mobil baru pulang kuliah, yuk samperin."
"Permisi Pak Bu, kenapa teman kami ucap Doni datang bersama pacaranya."
"Kak Resya ucap Pacar Doni dan mereka berpelukan erat."
"Wil, telpon Gery gih, ucap Xen."
"Gak ganggu, dia lagi coas di RS ucal Wili."
"Kalau Resya ma dia standbay ucap Xen."
Doni menghampirin temannya di mobil.
"Kalian siapa yang maubawak motor Resya, kasihan dia biar naik mobil saja ucap Doni."
"Aku aja ucap Wili turun dari mobil."
Mereka mengantar Resya kembali kerumah. Bukan pertama bahkan dulu sering karena menemanI Gery.
"Gery uda di jalan seprtinya ucap Doni ngobrol dengan temannya di mobil."
"Ya uda sore juga, antar binik loh kerumah ucap Wili."
"Tega banget tu bokapnya ucap Doni memukul stir."
Mereka segera pulang terlebih dahulu, juga kasihan pacar Doni.
Gery langsung turun dari mobilnya masih dengan jas dokternya masuk kedalam rumah Resya.
"Asssalamualaikum Bun ucap Gery."
"Masuk aja Ger, Resya di kamarnya ucap Bunda."
Gery langsung masuk dalam kamar melihat Resya yang sedang menangis di balik bantal.
"Kenapa Sya ucap Gery membelai rambut Resya."
"Ger, aku jahat juga gak sih ucap Resya."
Gery memeluk Resya dan membelai ramabutnya dengan lembut.
"lu baik kok Res, yuk cerita?kalau belun mau nanti saja kalau kamu sudah siap ceritanya."
Resya masih nyaman dengan pundak Gery, awalnya kontra ternyata jatuh cinta beneran.
Resya sudah mulai melepas pelukannya.
Bunda dan Ayah cuma nikah palsu saja, cuma dokumentasi saja agar keluarga Mama Resya tidak membenci cucunya, tapi kejadinya malah sebaliknya, buat Ayah Resya frustasi gak bisa kontrol emosi melukai semha orang di sekitarnya.
Bunda masih jalan mondar mandir di pintu, berpikir apa Resya sudah tau kebenaranya.
"Bun kok.mondar mandir sih, kasihan dedek bayinya ucap Ikhasan."
Saat ini Bunda sudah menikah dengan Om Prend dan lagi mengandung buah cinta mereka.
"Bunda cemas ma kalian berdua, Bunda takut kalian di ambil dari sisi Bunds ucap Bunda sambil terisak."
"Bunda ngomong apasih, yuk duduk biar tenang dulu ucap Ikhsan."
"Bunda meperjuangakan kalian agar tidak di bawa Pria itu, kini dia datang lagi kehidupan kita ucap Bunda."
"Bun, siapa? Ayah? dimana dia biar aku hajar ucap Ikhsan mengepalkan tangannya."
"Gak tau nak, Kakakmu cerita jumpa dia, belum tau apa yang dia dengar ucap Bunda."
"Berami banget dia jumpain Kakak, kalau jumpa bakal ku hajar ucap Ikhsan."
"Bun, Gery mau ambil makan Resya ucap Gery."
"Dimeja nak, uda Ibu siapkan dan minumnya juga ucap Bunda."
Gery membawa makanan tersebut ke dalam kamar dan segera menyuapin Resya makan dna minumnya.
Gery sedikit terbawa emosi karena Resya bertemu dengan Ayahnya.
"Kamu lagi praktek, kok kemari ucap Resya."
"Sudah pulang kok, Dinas pagi tadi ucap Gery sambil menyuapin."
"Ger ku mau liburan pantai saat kamu libur ucap Resya sambil mengenggam tangan Gery."
" Hari minggi, kita ajak yang lainya juga ucap Gery."
"Janji ya ucap Resya."
"Ia, Aku mau balik habis ini, uda janji ma Mama mau periksa Tante aku ucap Gery."
"Ia, hati-hati nanti pintunya tutup aja ucap Resyra."
Gery mulai mengecup puncak kepala Resya dan berpamitan dengan semuanya.
Sesampai dirumah Mama sudah siap dengan omelannya tau Resya sedang sedih.
"Ger, Mama bilang secepatnya, tunangan dulu gitu ucap Mama."
"Ma tanggung, beberapa minggu lagi selesai ucap Gery."
"Keburu di tikung orang Ger ucap Mama."
Mama memikirkan cara extream biar cepat nikah mereka.
Mama masuk kamar dan berganti pakaian mau kerumah adiknya.
Gery telah berganti pakaian, memakai masker dan membawa tasnya.
"Uda siap Ma ucap Gery."
"Uda yuk ucap Mama."
Mereka melajukan kendaraan gak begitu jauh dari komples rumah mereka.
Mereka sudah memarkirkan kendaraannya di depan rumah tersebut.
Mereka di sambut Om dan anaknya di depan pintu.
"Assalamualaikum ucap Keduanya."
"Waalaikumsalam, yuk Mbak, Ger di kamar tante ucap Omnya."
Mereka menuju kamar, terlihat seorang wanita tidur dengan selimut menuntupi tubuhnya.
"Ma ini Gery uda datang, uda Ger periksa ucap Omnya."
Gery mulai memeriksa tantenya.
"Uda minum obat apa aja Om ucap Gery."
"Nih Ger ucap Om, mmberikan palstik bungkus obat ."
"Aku tambah satu obat aja ya, nanti aku resepkan ucap Gery dab tantenya mengangguk saja."
Mereka di ruang tamu dan ngobrol bareng.
"Kak Ger, mana Kak esya ucap Bocah kecil sambil minum es cream."
"Dirumahnya, kenapa dek ucap Gery."
"pacal aku dilumah, aku uda beliin esclim ucapnya masih belum bisa hurup R."
"Itu binik aku ya, ngaku pacar ucap Gery mencubit Pipinya."
"Boong belun ada plesta di luma abg ucap Nya."
"Bentar ragi, belajar bilang R dulu, pacar-pacaran ucap Gery bersama anak tantenya di ruang TV."
Gery fokus dengan film yang di tonton kartun anime.
Gery heran kenapa film seperti inj yang di tonton, bukan saitama ,doaraemon atau apa gitu, ini percintaan remaja.
Gery mengganti ke film kartun lain saja.
Kalau punya anak ditontonkan film sebelum waktunya gini ku pecahkan TVnya ucap Gery dalam hatinya.
Gery masih bermain dengan sepupu kecilnya sedangkan Mama di kamar menyuapin makan tantenya.