Saat melihat wajah Irina yang pucat pasi dan dihiasi sedikit kegelisahan, dari situlah Ferdian tahu kalau kekasih hatinya itu telah membohonginya. “Kenapa kamu melakukan ini, Irina?” tanyanya dengan nada bicara penuh kekecewaan. “Kalau memang kamu tak mau aku ikut merayakan pesta ulang tahunnya Gwyneira, kamu tinggal katakan saja padaku baik-baik!” “Bu … bukan itu maksudku, Ferdian,” tampik Irina terbata-bata. Ferdian menatap sejenak dress yang tengah dikenakan Irina. Dress itu begitu ketat. Begitu sexy. Seakan-akan memang dirancang untuk memancing birahii pria. Walaupun Irina menutupinya dengan sebuah jaket, namun kesan menggodaa yang diberikan dress itu tetaplah tidak lenyap. “Apa Caitlyn ikut dengan kalian ke taman bermain?” tanya Ferdian, kali ini dengan penuh kecurigaan. Irina me

