Chap. 36

2179 Kata

5 Jam Sebelumnya. “Tumben banget ke sini siang-siang. Kenapa? Kangen ya sama Ciama?” Lelaki dengan kemeja birunya itu tersenyum. “Di rumah ada siapa? Bisa keluar sama aku?” “Sekarang banget?” Lelaki itu mengangguk. “Oke. Ciama izin sama Papa dulu, ya?” “Ada Papa kamu?” “Gak ada. Lagi keluar sama Mama. Mau izin lewat chat maksudnya.” Rifky tertawa kecil. Lelaki itu lalu duduk di kursi besi yang memang tersedia di teras rumah gadisnya. Menatap ke arah depan, Rifky menghela napas beberapa kali. Merasakan sesuatu mendesak di hatinya yang entah antara rasa nyeri dan sakit karena apa yang mungkin akan ia katakan. “Udah, Ky. Mau ke mana?” Tanya Ciama seraya menutup pintu rumahnya. Gadis itu mengambil sepatu di dalam rak dan membuka sandal rumahnya. “Di sini aja deh ngomongnya.” “Lah?

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN