Chap. 37

1660 Kata

“Kenapa jadi duda? Papa kira Rifky yang mau lamar dan bilang serius sama kamu.” Ciama yang mendengar ucapan Papanya langsung menghela napas pelan. Gadis itu tidak banyak bicara dan memilih melihat Marcel yang di sampingnya dan masih setia mengusung senyumnya. Apa otak lelaki itu masih ada di tempatnya? Kenapa sejak tadi hanya tersenyum? Padahal sudah jelas kalau Papanya sejak tadi menyindir Marcel dengan sangat kasar. Memang hanya Marcel saja yang tidak mempan dengan ucapan kasar Revano. “Kak Marcel ada urusan apa kemari?” Tanya Chandra yang lebih baik daripada ucapan Papanya. Wanita itu menyuguhkan minuman lengkap dengan cemilan yang biasanya ada di meja. Ciama yang melihat itu sedikit optimis. “Saya mau melamar Ciama,” ujar Marcel langsung pada intinya. Yang berhasil membuat Revano

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN