Chap. 50

2239 Kata

Ciama mematikan mesin mobilnya dan menolehkan kepala begitu sampai pada pelataran rumah yang cukup besar di depannya. Sedikit melirik ke samping, Ciama menghela napas dan tersenyum. Ia lalu mengangkat tangannya dan mengusap kepala anak kecil yang kini tengah tertidur dengan pulas. Wajahnya yang tampan itu terlihat tenang dengan mata yang tertutup sempurna. Dan jangan lupakan bibirnya yang sedikit terbuka. Ciama jadi tidak tega membangunkannya. “Ama,” gumam anak itu seraya memegang tangan Ciama yang sempat mengusap tangan gembulnya. Ciama tentu saja langsung tersentak. Matanya mengedip beberapa kali saat ibu jarinya dipegang dengan erat oleh anak itu. “Ama jangan tinggalin Papa kaya Mama Oyen.” “Marion?” Panggil Ciama seraya berusaha melepaskan jarinya dari tangan anak itu. Namun bukannya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN