“Ciama! Adel!” Dua perempuan yang baru saja keluar dari ruang rawat itu sontak menoleh bersamaan dan menemukan lelaki dengan jas dan juga kemeja yang sudah tidak berbentuk itu menatap keduanya dengan khawatir. Ciama yang tahu apa yang akan dikatakan Adel segera maju selangkah dan berusaha menghalangi wanita itu agar tidak meluapkan emosinya. Saat ini situasi dan juga tempatnya tidak mendukung sama sekali. Ia tidak bisa melihat Adel mengamuk di rumah sakit atau para satpam akan meminta mereka semua keluar dari sana. “Minggir, Ci,” desis Adel seraya menarik tangan Ciama agar menjauh dari hadapannya. Tapi Ciama tidak bergeming dan malah menatap Adel tajam. “Bukan waktu yang tepat buat lo keluarin semuanya, Del. Kita masih di rumah sakit,” ujar Ciama saat lelaki itu sudah sampai di hadap

