Chap. 48

2020 Kata

“Mama Ciama suka nasi goreng?” Ciama yang baru saja menyuapkan satu sendok nasi goreng dari piringnya langsung tersedak dan melihat anak kecil yang masih duduk dengan kursi khusus itu dengan tatapan syok. Mengedip beberapa kali, Ciama lalu melirik ke arah lelaki di sampingnya yang masih diam seraya tersenyum kecil. Seolah apa yang baru saja dikatakan oleh anak 4 tahun lebih itu bukanlah hal yang sangat aneh. Menelan salivanya kasar, Ciama menatap anak itu dengan senyum kecil. “Suka,” jawab Ciama seadanya. “Kalau suka, nanti ajarin Marion masak juga ya, Ma?” Untuk yang kali ini, Ciama rasakan seluruh nasi yang ia kunyah tertelan semua secara bersamaan. Marcel yang ada di sampingnya bahkan menepuk punggungnya beberapa kali sebelum mengusap kepala Ciama saat gadis itu sudah selesai den

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN