Tinggi, pintar, tampan dan ramah. Siapa yang tidak suka dengan sosok lelaki yang memiliki ciri-ciri tersebut? Di tambah dengan senyum manis yang tidak ada duanya. Sampai terasa sangat manis melebihi madu. Kulit putihnya yang terasa seperti sutra juga sangat menggoda. Dengan tangan dan juga kaki yang terlihat sangat kekar dengan urat-urat yang terlihat kecil, sungguh menjadi pemandangan yang menakjubkan, bukan? Sayangnya lelaki itu sudah ada yang punya. Hanya bisa dilihat saja. Tidak bisa digapai apalagi dimiliki. “Ciama?” Kepala Ciama terangkat ke atas. Gadis itu menelan salivanya kala lelaki yang baru saja ia jabarkan kini berada di depannya dan sedang menatapnya dengan bingun. Oh, ayolah! Buat Ciama sadar kalau ini hanya khayalan! Bagaimana bisa lelaki itu maju secepat itu dan berada d

