Chap. 40

2659 Kata

“Sudah lima kali kamu telat bulan ini, Ciama.” Ciama menundukkan kepalanya. Gadis itu juga memilin jari-jari tangannya kala melihat atasannya kini tengah memandangnya dengan tajam. Belum lagi helaan napas yang seolah mengatakan jika pria itu sudah lelah dengan semua yang Ciama lakukan. Membuat Ciama semakin tidak enak. Lagipula, siapa yang ingin terlambat? Ciama juga tidak mau. Tapi tidak ada lagi yang harus ia korbankan selain pekerjaan. “Kalau terus begini, bukan hanya nama kamu yang buruk. Tapi juga nama Ayahmu. Kamu tahu itu, kan?” “Iya, Pak Nugraha. Maafkan saya,” cicit Ciama seraya menundukkan kepala semakin dalam. Pria yang umurnya tidak jauh dari Marcel itu menghela napas dan berdecak. Tidak tahu harus mengatakan apa lagi agar gadis di depannya ini mengerti. Mendapatkan peri

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN