Chap. 23

2112 Kata

Ciama terdiam. Gadis yang memakai dress satin berwarna putih sepaha itu menatap sosok lelaki di depannya dengan kening mengernyit. Matanya yang cerah terlihat tak suka saat lelaki itu memberikan sebuah kantung belanja yang berisi gaun panjang. Tak ingin menerimanya, Ciama memilih menutup pintu apartemen. Namun baru akan menutupnya dengan rapat dan menguncinya, pintu berwarna silver dengan berat yang sangat tidak manusiawi itu sudah lebih dulu ditahan. Membuat Ciama mendengkus melihatnya. “Bisa kita bicara sebentar?” Tanya lelaki itu dengan suara lirihnya. Tak ingin membuat masalah baru, Ciama kembali membuka pintu apartemen dan membiarkan lelaki itu masuk ke dalamnya. Kaki yang dibalut sandal rumahan itu melangkah lebih dulu. Diikuti sepatu pantofel warna hitam yang masih melekat pada sos

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN