Chap. 28

2434 Kata

“Gak mau salaman dulu? kasih kesan sama pesan yang baik dulu, dong. Sendiri gitu salamannya sambil bilang selamat tinggal sama doi.” “Bunuh gua aja sekalian, Del!” Adel tertawa. Gadis itu mencubit sedikit pipi tembam Ciama dan bangkit dari duduknya. “Gua tunggu, lho… voice note nangisnya!” Ujarnya dan berlalu begitu saja seraya menyenggol tangan Ciama kecil. Ciama mendelik kesal pada Adel yang baru saja menyenggol tangannya. Ia menatap ke depan. Melihat bagaimana Marcel dan Orien kini tengah mengembangkan senyum. Tangan Ciama yang berada di bawah mengepal. Ternyata begini sakitnya melihat orang lain bahagia dengan orang yang kita sukai. Merasakan rasa geram yang tiada tahan, Ciama memilih memalingkan wajah dan menarik tangan Gean yang asyik memainkan ponselnya seraya menopang dagu. Te

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN