Chap. 25

2184 Kata

"Kamu yang namanya Ciama?" Tersentak, gadis yang kini duduk sendirian itu menolehkan kepala. Ciama mengangguk. Gadis yang sedang duduk dengan raut santainya itu menatap bingung. Halis kirinya terangkat kala seorang wanita baru saja menepuk bahunya dan menanyakan nama. "Iya. Saya Ciama. Ada apa ya, Bu?" "Saya Raida. Orang tua Marcel." Mengerjap kecil, Ciama menatap wanita itu dengan lekat. "Marcel? Marcel Samana Adyatama?" "Iya." God! Bagaimana bisa ia bertemu calon mertua hari ini?! Kenapa juga malah wanita ini yang lebih dulu menanyakan namanya? Seakan ditimpa musibah dan keberuntungan secara kebersamaan, Ciama hanya bisa menatap wanita itu dari bawah ke atas. Ternyata gen Marcel bukan kaleng-kaleng. Melihat bagaimana modisnya wanita di depannya ini membuat Ciama merasa sangat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN