Tak terbilang bahagianya Bulan ketika menjelang sore Lios menelepon. Tanpa berlama-lama dia menjawab panggilan tersebut. "Hai, bagaimana keadaanmu? Kamu udah pulang?" tanya Bulan. "Hai juga. Iya, ini aku bersama yang lain kembali ke cafe. Tunggu ya, nanti kujemput. Sore ini cafe libur dulu," tutur Lios. "Oke, kutunggu." Saking bahagianya mata Bulan sampai berkaca-kaca. Usai jam kantor Bulan sudah berada di boncengan motor Lios. Dia memeluk kekasihnya erat-erat seolah sudah lama tidak bersua, menikmati kehangatan dan detak jantung Lios yang dibatasi oleh beberapa lapis pakaian. Mereka berdua berangkulan ke lantai lima belas. Begitu Bulan mengunci pintu di belakang mereka, Lios segera memeluk dan menciumnya. Bagi Lios satu malam terpisah terasa bagai beberapa hari. "Miss you so much,"

