98. Janji Makan Siang

1344 Kata

Tidak ada yang dapat dilakukan Bulan selain menunggu dengan gelisah di apartemen. Semalaman dia tidak bisa tidur karena mengkhawatirkan Lios, juga ancaman Darwin. Jika Darwin serius, dia bisa melaksanakan ancamannya. Bulan hanya berharap lelaki itu masih memiliki hati nurani. Ketika matahari mulai mendaki keluar dari peraduan, Bulan memaksa diri untuk bersiap-siap pergi kerja. Lebih baik melakukan aktivitas daripada menenggelamkan diri dalam kekhawatiran. "Asyik, sering-sering datang pagi nih jadinya," sapa Yunita yang melihat Bulan sarapan di warung nasi. "Mendingan kepagian daripada terlambat." Bulan memaksa tersenyum. "Coba kita ada bonus untuk yang datang kepagian yah. Gue yakin bakal ada yang bela-belain nginap di kantor," celetuk Yunita. "Bisa jadi." Bulan bersyukur Yunita tida

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN