123. Kebahagiaan Sempurna

1053 Kata

Sepanjang perjalanan kembali ke apartemen, di dalam mobil Bulan membisu seribu bahasa. Sepasang mata indahnya memerah karena menahan air mata yang hendak jatuh. Kedua tangannya memeluk lengan Lios erat-erat. Tidak berapa lama taksi online yang mereka tumpangi berhenti di depan apartemen. Keempat penumpangnya turun dari mobil dan melangkah masuk ke gedung. Tidak ada satu kata pun terucap, hanya kelelahan yang mewarnai wajah semua orang. Tiba di lantai dua puluh keempat orang saling pandang. Helen memeluk Bulan seerat mungkin sebelum masuk ke kamar. Marius menebar senyum lebar. "Baiklah, Anak. Karena sudah malam kami istirahat dulu. Kalian juga beristirahatlah. Hari ini sudah cukup melelahkan bagi kita semua." Marius menepuk bahu kedua anak muda di hadapannya. "Iyo, Ema." Lios tersenyum

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN