122. Pertemuan Orangtua

1086 Kata

Semua orang—khususnya Bram dan Vero—duduk canggung di ruang tamu rumah Handarto. Sejak tiba di rumah ini jantung Bulan berdegup kencang. Dia sangat khawatir akan sikap orangtuanya terhadap orangtua Lios. Bulan tidak siap jika Bram mengeluarkan kata-kata merendahkan di hadapan mereka. "Hari ini hari baik e, Pak Bram. Sejak beberapa bulan yang lalu saya ingin sekali bertemu Bapak." Marius angkat bicara. "Setiap hari adalah hari baik, Pak Marius. Kebetulan saja anak-anak kita saling mengenal." Bram tersenyum tipis. Hatinya gentar juga menghadapi Marius yang bertubuh tinggi tegap dan sepertinya kuat secara fisik. "Betul, Bapak. Kami datang dari jauh demi anak-anak kita. Terlebih lagi karena sekarang relasi di antara kedua keluarga sudah sangat dekat." Marius tersenyum lebar. "Saya malah ti

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN