Hari Jumat pagi-pagi sekali Bulan sudah sibuk merapikan apartemen untuk tempat menginap Marius dan Helen. Semua permukaan yang terlihat maupun tak terlihat dibersihkannya dengan teliti, tirai serta sprei diganti baru. Bulan ingin semuanya terlihat rapi dan bersih karena rasa tanggung jawab sebagai seorang istri. "Belum pernah apartemenku sebersih ini. Sentuhan wanita memang berbeda," puji Lios yang baru pulang dengan belanjaannya. Bulan mengusap keringat yang mengalir di dahi, "Masih ada yang kurang nggak?" "Semuanya sempurna, Cantik." Lios mengecup Bulan tanpa peduli keringat yang bercucuran. "Aku mandi dulu...." Bulan tertawa geli. "Kutemani." Lios memeluk wanita malang yang hendak melarikan diri itu. Akhirnya apartemen menjadi saksi bisu akan kemesraan mereka berdua. Barang belanj

