Bram benar-benar menyesali keputusannya memberi ijin pada Lios untuk membawa keyboard ke rumah. Sekarang bukan hanya Bulan, bahkan Vero pun ikut bernyanyi diiringi Lios. Tinggallah Bram yang harus menyingkir ke dalam kamar kala ketiga orang itu bersenang-senang. Merasa keadaan mulai bergerak di luar kendali Bram memutuskan untuk menghubungi teman-teman lama. Sebelumnya dia mengingat-ingat siapa saja di antara mereka yang memiliki putra seumuran Bulan. "Halo, Handaya? Apa kabarnya, Teman Lama? Sehat selalu?" Bram berbicara dengan penuh semangat. "Halo juga, ini Bram? Wah, lama tidak dengar kabarmu? Sehat selalu juga!" "Bagaimana perusahaan? Kuperhatikan berkembang terus sejak anakmu pulang dari AS?" "Ah, ya, apa gunanya kuliah jauh-jauh kalau tidak bisa dipakai, kan?" Handaya tertawa.

