Entah mimpi apa semalam. Seharian ini di kantor Bulan harus menyaksikan aksi Johan mendekati Yunita. Bulan merasa sangat sebal, tapi dia tidak dapat ikut campur terhadap perasaan Yunita. Bulan hanya berharap agar Yunita tidak disakiti lagi. "Maafin gue, Yun? Gue tahu gue salah, harusnya nggak membiarkan lo melalui hal itu," kata Johan dengan raut wajah penuh penyesalan. Hati Yunita yang telah mengeras lambat-laun melunak setelah menghadapi rayuan Johan selama beberapa hari terakhir. Lelaki itu tampak meyakinkan dengan kata-kata penyesalannya. "Apa pun yang lo mau, gue lakukan untuk menebus kesalahan. Oke, Sayang? Jangan abaikan gue lagi, Yun. Atau perlu gue berlutut di depan lo?" Johan segera menjatuhkan diri ke lantai dan berlutut. Yunita panik, "Apaan sih? Bangun, Jo...!" "Gue bangu

