118. Malam Kedua di Bogor

1080 Kata

"Jadi rumah di sini rata-rata ukurannya 60/72, Ka'e. Dulu aku ajukan KPR dan dapat angsuran berjangka lima belas tahun sesuai usia," jelas Herman persis marketing handal saat membawa Bulan dan Lios berkeliling komplek. "Lima belas tahun? Lama juga ya?" ucap Bulan. "Iyo, Kakak. Kurang dari itu nominal angsuran lebih besar. Aku tidak berani." Herman meringis. "Menurutmu?" Lios bertanya pada Bulan. "Begitu sih rata-rata harga yang ditawarkan. Menurutku lumayan." Bulan melempar pandangan ke sekelilingnya. "Kita keliling sekali lagi?" tanya Lios. Mereka bertiga hampir mencapai rumah Herman. "Boleh." Bulan tersenyum. Dia senang bisa berduaan saja. "Ya sudah. Aku temani Ema Ende di rumah." Herman masuk ke rumah. Pasangan muda itu pun melanjutkan berjalan menyusuri komplek. Banyak pohon ri

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN