119. Mengatur Pertemuan

1374 Kata

Lios terbangun saat ayam jantan tetangga berkokok. Dia berbaring diam memandangi Bulan yang masih terlelap. Tidak bosan-bosannya Lios mengagumi wajah cantik yang sudah menjadi miliknya itu. Seolah memiliki kontak batin Bulan membuka mata. Pandangan mata mereka bertemu, mengucapkan kata tanpa suara. "Selamat pagi, Istriku," bisik Lios. "Selamat pagi juga." Bulan tersipu malu. Lios mengecup Bulan penuh perasaan. Jika bukan karena teringat sedang berada di ruang tamu rumah Herman, mereka pasti melanjutkan ciuman ringan itu dengan pergulatan yang lebih seru. "Belum ada yang bangun ya...?" Bulan melongok melewati bahu Lios, melihat Ferdi yang tidur menghadap tembok. "Belum. Kita yang pertama. Ayo keluar sebentar cari angin," ajak Lios. Mereka berdua pun berjalan santai di sekitar rumah. L

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN