Ayra Selalu Mengalah

939 Kata

Hari pun terus berlalu, tanpa terasa sudah satu bulan Ayra tinggal di rumah Evan dan selama itu pula Ayra benar-benar menuruti perintah sang suami, untuk tidak keluar rumah jika tidak bersamanya. Pagi ini setelah sarapan pagi bersama, seperti biasa Ayra selalu mengantarkan sang suami sampai pintu gerbang sebelum berangkat kerja. "Mas, nanti aku boleh keluar sama Mela dan Risa?" tanya Ayra ragu-ragu. Ayra sangat berharap pada Evan, sekali ini saja memberikannya izin untuk berkumpul bersama kedua sahabatnya. Evan yang tengah melingkarkan jam tangan di pergelangan tangan kirinya itu pun menoleh. "Boleh,” jawabnya singkat. Ayra pun langsung tersenyum senang. "Alhamdulillah. Makasih ya, Mas.” "Tapi, tunggu Mas pulang kerja nanti jam lima.” Evan tersenyum menyeringai. Pria tampan itu la

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN