Bagian 64 Ponsel Rukaya yang dia letakkan di atas meja yang ada di kamar sedari tadi terus berdering. Rukaya yang sedang menunaikan ibadah sholat Maghrib menjadi tidak fokus dalam melaksanakan kewajibannya sebagai ummat muslim. Bagiamana tidak, mulai dari rakakat pertama hingga terakhir, dering ponselnya terus berbunyi. Selesai mengucap salam, Rukaya langsung meraih ponselnya tanpa sempat membuka mukenanya terlebih dahulu. "Siapa sih yang nelpon dari tadi? Apa dia tidak tahu orang lagi sholat?" umpat Rukaya. Begitu ibunya Raka itu membuka ponselnya, sudah ada lima pesan masuk serta dua puluh tujuh panggilan tak terjawab. Itu semua dari nomornya Bimo, ayahnya Widya. "Rukaya, angkat teleponnya sekarang!" "Angkat teleponnya kalau ingin anakmu selamat!" "Angkat cepat!" "Rukaya!" "Kam

