Jebakan

1502 Kata

Bagian 80 Ahmad baru saja kembali ke rumah sakit saat ponselnya tiba-tiba berdering. Sebuah nomor yang tidak tersimpan di daftar kontaknya tertera di layar ponsel. Ahmad tak langsung menerima panggilan telepon tersebut. Dia melirik Kirana dan juga Syafitri yang masih duduk di kursi tunggu di depan ruang operasi. Kirana menyadarkan kepalanya ke pundak Syafitri, lalu tangan kanan Syafitri memeluk Kirana dari belakang. "Insyaallah, ayahmu akan baik-baik saja, Nak," kata Syafitri. "Iya, Bu, insyaallah. Ayah itu orang baik, pasti Allah akan menolongnya," balas Kirana sambil menyeka bulir bening di sudut netranya. Kini, bukan hanya nasib ayahnya saja yang Kirana pikirkan. Melainkan nasibnya juga. Tapi, apapun yang akan terjadi ke depannya, Kirana akan siap menjalaninya dengan ikhlas dan taw

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN