Komplotan Penjahat

1146 Kata

Bagian 81 "Abang kok' ngomongnya gitu, sih? Udah ya, jangan bahas hal yang macam-macam dulu. Takutnya kepala Abang nanti sakit lagi," kata Widya, mencoba membujuk Raka. "Justru yang ada kepalaku akan semakin sakit jika aku hanya diam saja. Kamu tidak bisa berpura-pura lagi, Widya. Cukup sudah! Sekaranglah saatnya. Kamu harus mempertanggung jawabkan semua perbuatanmu." "Abang ngomong apa, sih? Perbuatan apa yang Abang Maksud? Udah ya, sekarang Abang istirahat dulu. Fokus pada kesembuhan dulu, jangan memikirkan hal lain." "Sepertinya aku harus segera pergi, bahaya jika aku tetao berada di sini karena kejahatanku sudah terbongkar," batin Widya. Widya beranjak, berniat meninggalkan Raka, tapi dicegah oleh Raka. "Mau ke mana? Mau kabur? Kamu tidak bisa ke mana-mana karena aku akan menjebl

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN