Bagian 92 Widya baru saja hendak menikmati mie instan yang baru saja dia masak. Namun, tiba-tiba saja dia mendengar bunyi ketukan di pintu. Terpaksa niatnya ditunda dulu karena bunyi ketukan tersebut membuatnya merasa sangat terganggu. Begitu pintu dibuka, wajah yang tidak asing lagi baginya sudah berdiri di luar. Dia adalah anak buahnya si rentenir kaya raya, tempat Bimo menggadaikan sertifikat rumah mereka. "Mana uangnya?" tanya lelaki itu langsung to the points. "Aku enggak punya uang," jawab Widya sambil menatap wajah laki-laki itu dengan tatapan tajam. "Kamu mau bermain-main dengan saya? Bukankah kamu sudah berjanji kalau hari ini kamu akan memberikan uangnya?" "Iya, tapi saya benar-benar enggak punya uang. Mau gimana lagi? Buat makan aja susah! Enggak percaya? Noh liatin di ata

