Bagian 93 Ahmad kini berada di dalam sel tahanan, tempat yang paling dia takuti selama ini. Bermacam cara dilakukan Ahmad untuk menutupi kejahatannya. Nyatanya, sepintar apapun dia menyusun rencana, tetap saja dia kalah. Ahmad merasa hidupnya bagai di neraka. Dia bahkan tidak yakin bisa kuat melanjutkan hidup di tempat ini. "Tuhan, aku hanya ingin menikahi gadis pujaanku dan ingin hidup bahagia bersamanya. Sesederhana itu keinginanku. Tapi kenapa engkau tidak mengabulkan permintaanku?" "Permintaan orang lain engkau kabulkan. Tapi permintaanku tidak engkau kabulkan. Apa salahku? Kenapa engkau pilih kasih, Tuhan?" Ahmad menjambak rambutnya sendiri. Dia merasa frustasi sekarang. "Pak, lepasin saya. Saya tidak mau berada di sini," teriak Ahmad, namun tak ada yang peduli padanya. Meskipu

