Bagian 94 "Ahmad, anak Mama." Rosdiana langsung memeluk Ahmad begitu polisi membawanya ke ruang besuk tempat dia dan putrinya Wiwit menunggu saat ini. "Ma," balas Ahmad sambil Membalas pelukan ibunya. Ibu dan anak itu kini berpelukan, saling melepas rindu. "Gimana keadaan kamu, Nak?" Rosdiana begitu mengkhawatirkan putrinya. "Baik, Ma," jawab Ahmad. Padahal kenyataannya dia sedang tidak baik-baik saja. Hanya saja dia enggan untuk menunjukkan yang sebenarnya kepada ibunya. "Bang," sapa Wiwit sambil menyalami dan mencium punggung tangan kakaknya. Ahmad membalasnya dengan mengelus kepala adik yang disayanginya itu. "Ma, apa Mama tahu gimana kabar Kirana?" "Ahmad, kamu jangan lagi mikirin Kirana ya, Nak. Lupakan dia. Ikhlaskan dia. Sekarang dia sudah benci padamu setelah mengetahui sem

