Kritis

1253 Kata

Bagian 71 Widya sudah tertidur pulas di kursi tunggu begitu Rukaya dan juga keluarga Kirana tiba di klinik Bidan Isabella. Untungnya, pemilik rumah kontrakan sekaligus pemilik mobil yang mereka tumpangi itu mengetahui di mana lokasi klinik tersebut, sehingga membuat mereka bisa cepat sampai. "Widya," panggil Rukaya sambil berjalan menghampiri gadis itu. "Widya." Rukaya kembali memanggil namanya sambil menepuk pipinya. Widya begitu kelelahan sehingga membuatnya tertidur. Padahal dia tidak berniat untuk tidur. "Tante, syukurlah, akhirnya Tante datang juga." Widya mengucek matanya. Dua kemudian berdiri dan hendak memeluk Rukaya, tetapi Rukaya malah menghindar. "Bagiamana keadaan Raka?" tanya Rukaya. "Bang Raka masih kritis, Tante. Kata bidan, jika kondisinya tak kunjung membaik, Bang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN