Air Mata Sang Penjahat

1157 Kata

Bagian 84 "Ternyata Ahmad tak bisa digoda. Kukira aku bisa menaklukannya. Tenyata aku keliru. Ya Tuhan, apa yang harus kulakukan sekarang?" Widya berbicara sendiri sambil berjalan meninggalkan parkiran rumah sakit. "Aku sungguh malas pulang ke rumah. Pasti Ibu akan melarang ini dan itu. Tapi mau pulang ke mana lagi? Tidak mungkin aku kembali ke pulau Rupat!" Ya, sudah tidak ada lagi alasan baginya untuk kembali ke pulau Rupat. Selama ini, Widya bahkan bela-belain menyewa sebuah kontrakan agar bisa selalu dekat dengan Raka sekaligus bisa memantau dan menjaganya dari godaan gadis lain. Sekarang semuanya telah berakhir. Jadi sekarang Widya akan memilih untuk menetap di tanah kelahirannya ini bersama ibunya. "Ya, aku akan pulang ke rumah," batinnya. Widya segera memesan ojek online di apl

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN