"YA TUHAAANN." Bik Surti memekik ketika menatap Devi dan Andra duduk berhadapan di tepi kolam renang. Di samping mereka terdapat sebuah pot bunga berukuran besar, jika dilihat dari kejauhan, keberadaan mereka tidak akan terlihat. Namun bik Surti berniat pergi ke gudang, seketika menjerit, tatkala Andra mulai membuka deretan kancing yang menempel pada pakaian Devi. "Bik Surti?" sang guru ikut gelagapan, buru-buru menepis sentuhan Andra supaya menjauh. "Den Andra, apa yang kamu lakukan? kalau nyonya tau pasti marah loh!" Geram, pembantu yang sudah mengabdi lebih dari sepuluh tahun berlari ke dalma rumah. Tak lain ialah untuk memanggil ibu Lusi. "Gawat!" decak Devi sebal. Ia lantas mengajak Andra segera naik. "Ingat ya Ndra, jika mamamu marah, kamu harus membelaku!" titahnya dipenu

