PILIHAN SULIT

1080 Kata

Sarapan di kediaman pak Hartawan begitu sunyi, Andra hanya menyuap 3 sendok lalu memilih naik ke kamar atas lantaran sudah kenyang. Sasfa paham bahwa itu hanya alasan. Yang sebenarnya, Andra masih ngambek karena les melukis bersama Devi telah diakhiri oleh sang mama. Kini, denting sendok dan terdengar nyaring, Sasfa tetap makan walau suasana hatinya sedang buruk. "Fa," bisik Bastian di sampingnya. Ia juga mendengar simpang siur kabar tentang keinginan Andra. "Apa Kak?" sahut Sasfa tanpa daya. "Menurutku, mending kalian cerai saja. Setelah itu, aku akan menikahimu, bagaimana?" Sasfa menaikkan dagunya, menoleh sekilas pada kakak ipar yang tidak punya cela. Jabatan CEO, serta tampang rupawan yang menjadi idaman para wanita. Mestinya tawaran ini mudah, akan tetapi belakangan ini

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN