-- 2 Jam Kemudian-- Jasmine Coffee.... "Mau bicara apa?" sinis Sasfa enggan berbasa-basi. Ia duduk di depan Devi yang ternyata sudah tiba lebih dulu. Perbedaan usia mereka tidak terlalu jauh, namun dari segi penampilan, Sasfa nampak lebih rapi dan juga sopan. "Jadi begini Fa, aku pikir, kamu dan Andra hanya dijodohkan. Aku yakin 1000 persen, bahwa kamu tidak ikhlas menerimanya sebagai sosok pasangan. Secara, Andra itu berbeda kan," ujar Devi mengawali. Rambutnya yang pendek dibuat keriting pada bagian ujung, tidak dipungkiri, dengan balutan mini dress terbuka semacam itu, sosoknya yang montok dan putih semakin terlihat menarik. "Dulu iya, tapi perlahan aku dan Andra akhirnya saling menerima. Kami menjadi sahabat sekaligus pasangan. Ya walau masih banyak kekurangan, tapi aku bisa m

