Bastian ragu meninggalkan Sasfa di rumah pak Santoso, sebagai anak sulung, ia menjelaskan panjang lebar terkait permasalahan yang terjadi di rumahnya tadi malam. "Hmm, begitu ya. Padahal anakku sudah bersusah payah menuruti kemauan keluargamu. Bahkan di saat genting tidak satupun yang bisa membelanya?" Amarah pak Santoso wajar, ia menyerahkan putrinya disertai harapan besar. Terlebih, Sasfa akan melahirkan pewaris bagi keluarga kaya tersebut. "Maaf Pak, saya janji ini tidak akan lama. Papa dan mama sedang berunding, mereka akan mencari solusi yang terbaik." Bastian yang biasanya gagah berwibawa, kini menunduk dalam-dalam. Malu, namun sebagai pria, Bastian tidak punya wewenang guna mempertahankan harga diri Sasfa Maulida. "Pak, udah deh, jangan terbawa emosi. Mama Lusi bilang beliau

