Sasfa bersandar, tangisnya pecah seketika. Ia menempelkan gawai di telinga kanan, bibirnya tak bisa bicara lancar membuat Bastian semakin cemas. "Ada apa Fa? siapa yang menyakitimu?" Tangisnya terdengar memilukan, pikirnya benar-benar kacau atas fakta masa lalu yang diungkap oleh pak Santoso dua jam yang lalu. "Kak, to-long jem-put aku......" lirihnya di ambang putus asa. "Fa, kamu ga pa-pa kan? kamu terluka? sebelah mana?" Bastian menghentikan kendaraan secara mendadak. "Nanti ku ceritakan Kak. Aku harus meninggalkan rumah ini. Sekarang juga!" tegasnya sekali lagi. Tak perlu menunggu lama, Bastian mengubah arah kemudi, amarahnya terbakar begitu Sasfa mengadu. "Sudah ki duga. Ada yang tidak beres dengan keluarga itu!" dengusnya geram. ***** Tiba di halaman rumah sederhana,

