Tiba di dalam kamar, Sasfa mendapat sambutan amarah dari Andra yang duduk di ujung ranjang menatap nanar ke arah pintu. Sasfa mengusap dadanya yang bergemuruh. Belum hilang gejolak batin akibat tindakan sang kakak ipar, kini ia harus menghadapi suami yang sikapnya mulai posesif. "Kamu belum tidur?" tanya Sasfa berbasa-basi. Kakinya terdiam, sedang pikiran sibuk menerka. "Aku lihat semuanya Fa!" ucap Andra dingin. "Lihat apa?" "Saat kamu ciuman dengan Bastian!" imbuhnya ceplas-ceplos. Rupanya, Andra mengikuti langkah istrinya ketika menaiki anak tangga, ia berdiri di luar kamar mengintip aktivitas keduanya melalui celah korden. "Ka--mu salah paham. Aku dan Bastian hanya ngobrol." Sasfa membela diri. "BOHONG! kamu begitu senang ketika dipeluk Bastian! aku lihat sendiri. Kamu jug

