Bastian membawakan buah-buahan segar ke unit apartemen, dia menggunakan sidik jarinya sehingga tidak perlu meminta izin pada Sasfa untuk masuk. "Fa, belum bangun?" tanya Bastian. Ia membuka pintu kamar utama, sang adik ipar sedang terbaring meringkuk di atas ranjang. "Pusing Kak, dari semalam muntah terus. Sampe lemes. Tau nih anak, biasanya gak pa-pa, sekarang manjanya minta ampun." Sasfa tidak memakai selimut satupun, hanya setelan piyama dengn celana pendek ia kenakan. Betis putih nan mulus memantik atensi Bastian, ia sampai terpaku selama beberapa detik. "Ngapain bengong Kak?" ulang Sasfa, rasanya aneh dipandangi seperti itu oleh kakak dari suaminya. "Eh, bu--kan... ini loh aku bawakan camilan sehat juga buah-buahan segar. Kamu duduk gih," pintanya lalu duduk di tepi ranjang.

