Dokter menyatakan bahwa Devi masih perawan. Ia belum pernah hamil, ataupun berhubungan badan dengan seorang pria. Bibirnya tersenyum miring, ia menghela napas karena tuduhan Sasfa tidak terbukti. "Kamu puas Fa? aku memang suka berpakaian minim, tapi bukan berarti sifatku nakal. Aku masih tau batasan!" sarkasnya melempar sindiran pedas. "It's oke. Berarti kamu layak untuk menjadi menantu keluarga Hartawan. Ingat Dev, aku masih punya 2 syarat yang lain!" Pernyataan dokter tidak serta-merta membuat Sasfa dan bu Lusi melunak. Mereka menyimpan rencana lain. "Aku ga takut sama sekali. Jadi, kapan aku dan Andra akan menikah?" Devi antusias. Raut wajahnya berbinar, membayangkan ia akan mendapat fasilitas mewah dari keluarga calon suami. "Sebulan lagi!" sahut Sasfa. "Oke, deal!" Kedua

