Siang hari, Sasfa menghadiri rapat di sebuah ruangan hotel. Ia nyaris terlambat, hanya berselang lima menit seorang klien akhirnya tiba. "Ku kira kamu ga dateng," bisik Bastian di sebelahnya. "Maaf Kak, Andra agak rewel tadi. Maunya malah aku suruh tetap di rumah. Padahal pekerjaan ini sangat penting bagi kita." Keduanya saling menatap beberapa detik. Raut wajah Sasfa bersinar, mengisyaratkan kebahagiaan dalam hatinya. Bastian memperhatikan setiap gerak-geriknya, ketika Sasfa menyampaikan sebuah presentasi, ia juga tampil bersemangat dan ceria. Klien yang merupakan perwakilan dari perusahaan lain ikut menyoroti kemahiran Sasfa dalam hal mempromosikan produk. Mereka memberi tepuk tangan ketika Sasfa selesai lalu kembali duduk di tempat semula. Rapat selesai, berganti obrolan ringan

