Pemandangan di depan sana cukup ramai, hanya dia yang sedang duduk sendiri. Namun, menikmati udara sore hari ditemani senja, adalah nikmat yang selalu Hana rindukan. Banyak kenangan yang terukir di taman ini. “Heh? Lo Hana, kan? Putri dari pengusaha besar yang hijrah dan jadi sok alim!” Mendengar perkataan kasar seperti itu, Hana mendongak. Melihat siapa orang yang berbicara seperti itu. “Kamu siapa?” tanyanya, saat melihat dua sosok berdiri tak jauh dari tempatnya duduk. Senyum evil terlihat jelas dari dua gadis yang sedang berdiri di depan Hana. Mereka berpakaian kekinian. Rambut diwarnai, satu kecokelatan dan yang satu lagi rambutnya berwarna kuning keemasan. Tak hanya itu, outfit yang mereka kenakan juga style kekinian. Celana jeans ketat dipadang dengan baju ala Korea. Tak lup

