"Biarkan dia istirahat seharian ini dan minumkan obat ini. Resepsi dimulai pukul 8 malam, jadi masih cukup waktu untuk pemulihannya." Aidan, selepas sarapan mendatangi kamar putra sulungnya dan membantu Ale memeriksa kondisi Shera, menantunya. "Ya, Ayah." Ale menerima obat dari ayahnya dengan dahi berkerut, "Ayah, ini?" "Obat itu aman meski tidak terdaftar dan diproduksi masal, ayah hanya menyediakannya khusus untuk keluarga." Ale mengangguk, paham. Kebanggaannya pada sang Ayah semakin bertambah, sepertinya tidak ada hal yang tidak bisa ayahnya kerjakan. Aidan Blackstone selalu punya solusi pada setiap permasalahannya. Sayangnya Ale hanya mampu mewarisi sebagian saja dari kejeniusan sang ayah. "Ya sudah, Ayah tinggal dulu. Masih banyak yang harus di urus. Shera, istirahat!" Shera meng

