Kecemasan

1032 Kata
Plashback seminggu yang lalu. Sore itu Azam kembali dari rumah Dokter Daniel menuju ke apartemennya. Dia begitu terkejut melihat apartemen miliknya dan Izma sudah sangat berantakan. Apartemennya yang tadinya rapih, sekarang sudah penuh dengan pecahan beling.  Azam begitu panik dan mencari keberadaan istri kesayangannya, di mencari ke seluruh pelosok apartemen. Namun Azam sama sekali tidak menemukan Izma di manapun. Azam mencoba melakukan panggilan telepon kepada Izma. Namun ternyata Izma tidak membawa ponselnya. Rasa cemas kini sudah menyelimuti seluruh jiwanya. Pria itu benar-benar merasakan tubuhnya bergetar hebat, ketika mendapati istrinya sudah tidak ada di rumah. Dia berpikir pasti ada sesuatu yang tidak beres terhadap istrinya karena setahu dia, istrinya begitu lemah, bahkan untuk berjalan pun dia kesusahan, tidak mungkin Izma akan pergi begitu saja kalau tidak ada pencetusnya. Azam segera ke ruang kendali yang ada di rumahnya, yaitu Kamar tidurnya, dia Lalu mengecek CCTV ternyata CCTV nya sudah ada yang melepas. Azam begitu kesal karena dia harus merasakan kehilangan istrinya seperti ini. Dia lalu melapor ke pihak keamanan yang mengurus semua tentang apartemennya. Ternyata pihak keamanan pun tidak tahu keberadaan Izma.  Azam mengatakan bahwa istrinya bernama Izma dan dia berada di apartemen lantai sekian, tetapi pihak apartemen dan keamanan apartemen tidak mengetahui hal itu. Azam kebingungan dengan apa yang akan dia lakukan. Sudah hampir dua jam Azam berlari kesana dan kemari, mencari keberadaan sang istri namun masih tidak bisa ditemukan. "Sayang kamu di mana, apa sebenarnya yang terjadi kepadamu, kenapa hatiku begitu cemas seperti ini, sayang?" Azam berkata dalam hatinya dengan seribu kecemasan yang membuat jiwanya bergetar. Azam benar-benar merasa frustasi karena mencari keberadaan Izma. Dia benar-benar terpukul karena itu,  tiba-tiba menghilang melihat keadaan rumah yang kacau seperti itu. Azam yakin bahwa ada orang jahat yang sengaja mengincar Izma'. Sedikitpun Azam tidak mencurigai Aliza. Karena setahu Azam Aliza sekarang berada di Indonesia. Azam harus menunggu 2 kali 24 jam untuk melaporkan kepada polisi tentang berita kehilangan. Iya begitu frustasi dan terpukul, Azam seperti orang gila selama 2 hari itu mencari keberadaan istrinya. Benar, Azam sudah seperti orang gila, melupakan semuanya, dan Azzam hanya ingin menemukan keberadaan Izma. Pihak keamanan pun tidak bisa membantu, padahal pihak keamanan tahu perihal kecelakaan itu, namun Ibra sudah menyumpal semua mulut pihak keamanan. Sehingga Azam sama sekali tidak bisa menemukan Izma dan menemukan informasi tentang Izma. Kecemasan yang teramat sangat kini sudah membuat Azam menjadi begitu gelisah. Soalnya dia begitu ketakutan, terjadi sesuatu hal kepada istri cantiknya, istri yang sangat dia sayangi, istri yang selalu dia rindukan, istri yang sangat sempurna untuknya. Azam pun menelepon asisten pribadinya di Indonesia, agar terus memeriksa dan memantau perkembangan rumah sakit karena Azam tidak akan pulang sebelum Izma di temukan. Namun hari berganti waktu pun sudah berubah seminggu sudah gini Azam masih belum bisa menemukan Izma. Pria itu masih berada dalam keterpurukan yang teramat dalam. Dia tidak menyangka kehilangan seorang gadis akan membuat pikirannya kacau seperti ini. "Bagaimana, apakah sudah ada perkembangan," ucap Dokter Daniel bertanya kepada Azam. Azam menggelengkan kepalanya dengan apa yang terjadi, karena sudah satu minggu istrinya bagai di telan bumi. Azam sudah mengerahkan kekuatannya di bantu dengan kekuatan Dokter Daniel semuanya dia tidak bisa menemukan Izma sama sekali. Karena pengaruh kekuatan Ibrahim Adjie sangat besar di kota New York, Azam tidak tahu siapa yang sedang di hadapi olehnya, ia tidak tahu bahwa dia kini harus bersaing dengan seorang yang kaya raya melebihi dirinya. Azam merasa hidupnya pernah berada tidak berarti terbaik di sisinya. Sekarang dia benar-benar harus merasakan rasa sakit karena ditinggal kekasih, tapi Azam tidak tahu harus pergi ke mana lagi. Bahkan dia pun sudah melapor ke kantor polisi, tetapi belum ada balasan untuk semua itu. Terkadang aja menangis di dalam kesendirian yang merasa menyesal, kenapa Azam itu aja harus pergi meninggalkan Izma untuk bertemu Dokter Daniel. Sehingga tragedi ini tidak akan terjadi. Azam merasa kesakitan ketika Izma pergi meninggalkannya, Azam tidak tahu siapa orang yang tak tega berbuat jahat kepada Izma. Tidak mungkin Izma pergi dengan kondisi selemah itu, pasti ada yang menculik Izma. Dia berjanji dalam dirinya ketika saatnya, Izma datang dan pulang, dia pasti akan memberi pelajaran pada orang yang telah memisahkan dia dan Izma. Azam belum mengetahui bahwa pelaku sebenarnya adalah Aliza. Aliza istri tuanya yang telah membuat Izma, terjatuh dari tangga. Sekarang Izma bahkan dalam kondisi yang baik, dia kritis namun tidak mengetahui hal itu. Andaikan Azam tahu bahwa Izma begitu menderita saat ini. Dia pasti akan lebih menggila. Sayangnya Azam tidak mengetahui hal itu karena Ibra serapat mungkin menutup mulut semua orang. "Aku berjanji akan membunuh orang itu orang yang telah memisahkan aku dan istriku. Dia telah tega memisahkan aku dan istriku yang sedang mengandung, dia tega menculik istriku, sungguh sangat keterlaluan." ucap Azam dengan kecemasannya. Dokter Daniel kini hanya bisa melihat saja dia sudah berusaha membantu sebisanya. Namun Izma masih belum bisa di temukan.  "Tidakkah kamu berpikir bahwa Aliza yang melakukan semua ini?" Tanya Dokter Daniel kepada Azam. "Mana mungkin dia bisa melakukan semua ini, Aliza berada di Indonesia, dan kita sedang berada di New York, jauh sekali dari Indonesia ke New York," jawab Azam. "Pikirkanlah, seorang wanita yang sedang cemburu bisa melakukan apapun bahkan bisa membunuh seseorang," tutor Dokter Daniel kepada Azam. Azam terlihat begitu kebingungan dengan apa yang diucapkan oleh Dokter Daniel. "Aku tidak percaya hal itu, Aliza tidak sejahat itu, aku mengenalnya, kami sudah hidup bersama selama bertahun-tahun," sanggah Azam pada Dokter Daniel Azam benar-benar tidak menyangka kalau Aliza bisa berbohong setega, Azam percaya kepada Aliza sepenuhnya, sedangkan Dokter Daniel terkekeh mendengar jawaban dari Azam. "Jangan bodoh seperti itu, bisa saja Aliza yang melakukannya, sebaiknya kau selidiki hal ini, berpura-puralah tidak tahu apapun, berpura-puralah tidak tahu kalau Aliza yang melakukannya, kamu harus benar-benar menyelidiki hal, Jika ini sampai ini benar-benar terjadi karena Aliza, maka kamu harus memilih di antara dua, Izma atau Aliza, karena kalau seperti ini, hanya akan mengancam nyawa kedua belah pihak. Aku takutnya nanti Izma kembali dan membalas dendam, aku sudah memperkirakan hal itu," tutur Dokter Daniel kepada Azam, Dokter Daniel berkata dengan penuh keyakinan, dia benar-benar yakin, yang melakukan hal itu ada Aliza. Tetapi Azam masih kebingungan, dia tidak bisa menjawab apapun, dan tidak bisa menentukan apapun. Azam berdiri di ambang kebingungannya dan berdiri di ambang kegilaannya karena mencari istri kesayangannya. *** TBC
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN