Wanita itu masih tertidur dengan begitu lelah tubuhnya lemah dan hampir saja meregang nyawa, karena perbuatan wanita tersebut. "Aku harus bagaimana aku tidak bisa meninggalkanmu sendirian, tetapi aku harus pergi, ibuku membutuhkan aku Izma, aku harus apa?" kata Ibra sambil menggenggam lembut dengan Izma, Ibra sendiri merasa begitu dilema dengan keadaan yang kini telah menimpanya. Di satu sisi ada ibunya tersayang yang kini bahkan sedang dirawat di Rumah Sakit dan di sisi lain ada Izma yang membutuhkannya. Ibra benar-benar merasa sedih kenapa harus berbarengan seperti ini. Dia hanya manusia biasa, seorang pria yang sedang jatuh cinta dan seorang anak yang ingin berbakti kepada orang tuanya. Akhirnya beberapa saat kemudian Izma pun terbangun. Dia terlihat begitu kelelahan. Dia s

