Tanpa terasa kini Izma sudah di perbolehkan pulang oleh Dokter. Walau memang Izma masih menggunakan kursi roda. Di depan Azam, Aliza terlihat begitu baik kepada Izma dan itu membuat hati Azam begitu tenang karena kedua istrinya hidup rukun, ini dalah mimpi seorang laki- laki yang berpoligami. Rasa tenang Azam ini membuat Azam semakin merasa unggul menjadi seorang laki-laki. Apalagi kini Izma tidak banyak berbicara dan Aliza pun demikian. Satu pengawal sewaan Ibra menemani Izma kemanapun Izma pergi. Bahkan selalu setia mendorong kursi roda yang Izma kenakan. Kini mereka tidak tinggal di New York. Karena Azam sudah membawa pulang Izma ke Indonesia. Kini mereka sudah berada di kediaman Izma. Rumah peninggalan Ayahnya Azma. Izma merasa sangat kesal karena bahkan Aliza kini mengin

